Dewalasah Nova!!!
Disaat
kedewasaan itu dituntut..
Menurut mbah
Wiki,,
Istilah dewasa menggambarkan
segala organisme yang
telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang
bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa.
Berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisten dan kontradiktif.
Seseorang dapat saja dewasa secara biologis, dan memiliki karakteristik perilaku dewasa,
tapi tetap diperlakukan sebagai anak kecil jika berada di
bawah umur dewasa secara hukum. Sebaliknya, seseorang dapat secara legal
dianggap dewasa, tapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang
mencerminkan karakter dewasa.
Menurut psikologi, dewasa adalah
periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia
duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa
pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi
banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara
akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
Saya,,
Umur saya
sekarang sudah 21 tahun, tentunya saya sudah mencapai apa yang dinamakan Dewasa
Tubuh. Seluruh anatomi dan fisiologis organ tubuh sudah cukup matang.
Pemikiran-pemikiran saya juga sudah matang. Tapi saya akui sikap dan sifat saya
belum dewasa. Tentu bukan karena kelainan otak atau mental dan semacamnya, saya
normal kok. Jujur, saya yang tidak ingin menjadi dewasa. Menjadi dewasa itu
berat, ribet dengan seluruh urusan hidup dan morat-maritnya masalah hidup.
Menjadi dewasa itu harus punya tanggung jawab, menaati segala kewajiban orang
dewasa, kerja untuk menyambung hidup kemudian menikah dalam rangka ibadah dan
melestarikan keturunan. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa sampai tua punya
masalahnya tersendiri, tapi beban terberat saya rasakan ketika harus menjadi
dewasa. Saya orang yang sangat cuek, pemalas, lebih suka bermain, jalan-jalan,
bersenang-senang, kumpul dan mengobrol ria dibandingkan belajar atau bekerja.
Saya suka kebebasan, saya benci peraturan!. Saya suka humor dan selalu
bertingkah konyol, tapi itu tidak dibuat-buat karena memang begitulah saya,
konyol. Tingkah polah saya masih kekanak-kanakan, suka bercanda, suka jajan,
jarang sekali serius.
Saat masih 17
tahun saya sudah dilepas untuk hidup mandiri di Jatinangor-Sumedang, dalam
rangka kuliah. Tapi mandiri beda sama dewasa. Dibangku kuliah saya bertemu
dengan teman2 yang hampir setipe, kami sama2 cacat mental (bukan dalam arti
yang sebenarnya). Tak ada hari tanpa tertawa dalam kehidupan pertemanan kami,
sampai tiga tahun berlalu, sampai sekarang, kebersamaan kami selalu diiringi
canda tawa. i love them, kami menamakan diri kami geng The Cacaters. Lain kali
saya akan bercerita tentang mereka.
Saya tidak
pernah punya pacar, mungkin karena saya jelek dan miskin. Saya juga tomboy dan
berlagak preman, mungkin para pria itu takut mendekati saya, hehe. Tidak pernah
merasakan cinta kekasih, tapi saya mendapat cinta yang luar biasa dari orang
tua dan adik-kakak. Bahkan keluarga saya sering menganggap adik saya adalah
kakak dan saya adalah bungsunya. Mereka sangat memanjakan saya, amat sangat,
sehingga kedewasaan memudar dalam diri saya, saya ingin selalu disayang dan
dimanjakan, sehingga saya tidak ingin menjadi dewasa. Takut rasa sayang itu,
dan seluruh kebahagiaan hidup saya sirna dikikis kedewasaan.
Biarpun enggan
dewasa, jangan anggap saya tidak punya cita-cita. Sampai sekarang walaupun saya
terjerembab ke dunia peternakan (subjek kuliah saya) saya masih memimpikan
untuk menjadi seorang Astronot dan Detektif Swasta. Sungguh!. Tapi saya
pikir-pikir, cita-cita ini juga tidak dewasa yah..
Sampai suatu
saat, tepatnya kemarin malam, seperti biasa saya suka cacat didepan umum tanpa
liat-liat tempat, saya nyanyi full expression seperti penyanyi tenar, sampe
merem-merem dan mengguncang2kan tangan kaki di warung mamah saya, seketika
mamah saya nyeletuk: " kamu mbok ya bersikap seperti orang dewasa dong de!
jangan kayak gitu ah! malu diliat orang-orang".
hahahahahahahahahhahahahahahaaaaaa...
Yang itu gak
dewasa apa gila ya???
Mungkin maksud
mereka, dewasa itu adalah memakai pakaian resmi ala kantoran, sepatu perempuan,
feminim, pakai kaca mata, berbicara lemah lembut dan sopan santun, berjalan
tegap lurus kedepan, jarang tertawa dan bercanda. uuugh so boring!!
Entahlaah, saya
masih senang dengan hidup saya yang seperti ini, hidup tanpa beban yang
berarti. it's me!
Jujur, wajah
saya juga memang baby face kok, bener deh, banyak orang yang
menyangka saya masih SMA or SMP. Sumpah! kalo saya lagi bareng adik saya, kami
sering dibilang kembar, padahal usia terpaut 6 tahun jauhnya, lebih parah lagi
banyak orang yang mengira kalau adik saya adalah kakak saya. wweehh, itu muka
saya yang baby face apa muka adik saya yang tua yaaah??.
Whatever. i enjoyed my life just like this.
Komentar
Posting Komentar