Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

HANYA PEMIKIRAN BODOH SAYA SAJA

Dulu saya selalu berfikir, “kenapa sih semua orang gak berpikiran sama kaya gw?”. Semenjak kecil saya dididik dengan baik oleh kedua orang tua saya (saya yakin semua orang tua juga mendidik anaknya dengan baik, hehe), saya benar-benar dididik untuk jujur, hemat, taat hukum, peduli sesama, adil, sederhana, pokoknya harus jadi anak dan warga negara yang baik. Saya sangat idealis, saya banyak berfikir akan kemajuan negara yang saya cintai ini, saya ingin benar-benar mendobrak segala kecurangan dan kebrobrokan yang kian marak terjadi. Anjay gaya banget aing! Saya sangat cinta Indonesia!. Saya selalu berfikir, jika semua orang di seluruh dunia ini baik-baik, dan memiliki pikiran yang baik-baik saja seperti saya, pasti dunia bisa damai dan semua orang bakal bahagia. Saya terlalu naif ya?. Benar! Terlalu naif, karena waktu itu saya memang masih kecil, belum mengerti apa-apa, belum mengerti hidup. Sekarang coba bayangkan, kalau semua orang tiba-tiba jadi baik, tidak ada kejahatan, tidak ada ...

Kosong

ketika renung datang otak memutar cepat memori lalu terbersit enggan untuk laju, atau berlalu terlintas tanya guna hidupku sepi. diam. sendiri. hampa aku terkurung bosan semangat terkikis monotonisma gelora sirna diterpa senja asmara pun tak ada kawan datang dan berlalu dalam diam tak mengerti rasaku, gelisahku, tak tahu harus gembira atau berduka bagai hidup di balut luka bagai raga tutup usia pilu menelan asa, sampai ia sirna. Jtn, 24.01.12 22.52 Pernah gak kalian merasa kekosongan dalam hidup, rasanya hampa, dan ngerasa sendirian walau banyak orang disekitar. Entah namanya bosan akan atau apa tapi saya jadi bertanya-tanya makna hidup saya, saya gunanya buat apa?. saya merasakan itu baru beberapa minggu yang lalu, saat liburan kuliah full dirumah 2 bulan. tidak ada kerjaan, tidak ada aktifitas rutin, hanya berdiam dirumah menjaga toko kelontong milik bapak. Sepanjang siang saya hanya duduk di depan kasir memandangi televisi yang memuat beragam kisah, beragam wawa...

Ini Kisah Tentang Prinsip!

Ada seorang pemuda kelahiran Jakarta asli orang Betawi bernama Prinsip, nama lengkapnya Muhammad Prinsip, agak unik memang, Babenya asli Betawi bernama Alimuddin bin Toha dan emaknya asli Solo tapi besar di Jakarta. Bang Ali, panggilan Babenya Prinsip memutuskan memberi nama anaknya Prinsip karena saat itu sedang ramai pergolakan politik di tanah air, sudah banyak kecurigaan akan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh para petinggi negara, sekarang lebih populer disebut KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Bang Ali adalah seorang yang berpendidikan, beliau adalah seorang Sarjana Teknik Sipil, sebagai Mahasiswa yang aktif berorganisasi, beliau rajin mengikuti berbagai pergolakan politik yang saat itu dikuasai oleh rezim orde lama, sering beliau ikut rapat maupun rundingan mengenai reformasi. Berjuang bersama banyak teman sangat menyenangkan baginya, memuaskan jiwanya yang kehausan akan keadilan dan kejujuran, beliau adalah orang yang sangat idealis. Sampai suatu saat beliau sanga...

A.K.A Alias

Nama panggilan menjadi sangat penting bagi seseorang dikala nama aslinya kurang disukai karena terkesan jadul, norak, aneh bisa dibilang menurut mereka jelek. Apalagi jaman sekarang banyak jejaring sosial yang memungkinkan bersosialisasi dengan banyak orang tanpa bertatap muka langsung dan hanya melalui dunia maya dengan data diri dan foto diri yang ditampilkan di profil. Banyak yang tidak percaya diri menggunakan nama aseli, Paijo menjadi "jojo", Minah menjadi "manda", Suratemi menjadi "sari", Nurhalimah menjadi "mei-mei", Pitunah menjadi "pipit" dan saking banyaknya tidak mungkin saya tulis satu persatu. bahkan artis pun jarang yang menggunakan nama asli seperti ketika Sigit Purnomo menjadi sosok "pasha", Nazriel Irham menjadi seorang "ariel", Samijan jadi "ian k", dan kawan-kawannya yang lain. Tentunya hal itu dilakukan untuk memberi kesan agak keren. beda kasusnya dengan panggilan kecil atau panggilan s...