A.K.A Alias
Nama panggilan menjadi sangat penting bagi seseorang dikala nama aslinya kurang disukai karena terkesan jadul, norak, aneh bisa dibilang menurut mereka jelek. Apalagi jaman sekarang banyak jejaring sosial yang memungkinkan bersosialisasi dengan banyak orang tanpa bertatap muka langsung dan hanya melalui dunia maya dengan data diri dan foto diri yang ditampilkan di profil. Banyak yang tidak percaya diri menggunakan nama aseli, Paijo menjadi "jojo", Minah menjadi "manda", Suratemi menjadi "sari", Nurhalimah menjadi "mei-mei", Pitunah menjadi "pipit" dan saking banyaknya tidak mungkin saya tulis satu persatu. bahkan artis pun jarang yang menggunakan nama asli seperti ketika Sigit Purnomo menjadi sosok "pasha", Nazriel Irham menjadi seorang "ariel", Samijan jadi "ian k", dan kawan-kawannya yang lain. Tentunya hal itu dilakukan untuk memberi kesan agak keren. beda kasusnya dengan panggilan kecil atau panggilan sehari-hari yang memang diberikan oleh orang lain. Pada dasarnya orang tua pasti memberikan nama yang terbaik untuk anaknya, dan ada maksud tersendiri dalam pemberian nama tersebut, bahkan nama adalah doa yang dipanjatkan orang tua untuk anaknya.
Okey kalau nama itu memang panggilan dari orang lain, agak narsis sekali kalau nama itu dibuat2 oleh diri sendiri untuk menutupi nama aseli yang dianggap kurang menarik. Saya dan hampir semua teman saya juga punya nama panggilan, ada Delima alias gon-gon, ada Ilma alias umay, ada Rizka alias kika, dan ada pula yang punya panggilan lebih dari satu seperti Fitri alias iti, ling-ling, long-long, cina, kemudian ada Rido alias kipli, idho, gagap, Risca alias icha, mimin, camen, dan salah satunya saya sendiri yang punya segabreg panggilan.
Nama asli saya Nova, karena suka banget makan sayur bayem saya di panggil popeye (baca: popay) sama mama, sama bapak suka dipanggil mbak oblet (entah kenapa), sama adik dan sepupu dipanggil mbak opa, sama keponakan di panggil lek opa, waktu SMP dipanggil popoh (lupa karena apa,hehe), waktu SMA dipanggil boboan (karena suka tidur di kelas), nah pas kuliah banyak bgt panggilan saya, ayah (karena menurut temen2 se-asrama saya tuh kaya cowo, kebapak-an gitu), terus dipanggil mas bud sama kang bapak (i don't like that), dan karena sering di anggep preman terminal dan gak tau kapan mulainya, saya juga di panggil abang. karena panggilan ayah dan abang ini ada junior yang panggil saya teh ayah dan teh abang (sundanese, jadi pake teh), hahaha, agak aneh yo.
But for me, nama asli pemberian kedua orang tua saya tercinta adalah yang paling baik dan sangat saya sukai. Thanks mom and dad!
Okey kalau nama itu memang panggilan dari orang lain, agak narsis sekali kalau nama itu dibuat2 oleh diri sendiri untuk menutupi nama aseli yang dianggap kurang menarik. Saya dan hampir semua teman saya juga punya nama panggilan, ada Delima alias gon-gon, ada Ilma alias umay, ada Rizka alias kika, dan ada pula yang punya panggilan lebih dari satu seperti Fitri alias iti, ling-ling, long-long, cina, kemudian ada Rido alias kipli, idho, gagap, Risca alias icha, mimin, camen, dan salah satunya saya sendiri yang punya segabreg panggilan.
Nama asli saya Nova, karena suka banget makan sayur bayem saya di panggil popeye (baca: popay) sama mama, sama bapak suka dipanggil mbak oblet (entah kenapa), sama adik dan sepupu dipanggil mbak opa, sama keponakan di panggil lek opa, waktu SMP dipanggil popoh (lupa karena apa,hehe), waktu SMA dipanggil boboan (karena suka tidur di kelas), nah pas kuliah banyak bgt panggilan saya, ayah (karena menurut temen2 se-asrama saya tuh kaya cowo, kebapak-an gitu), terus dipanggil mas bud sama kang bapak (i don't like that), dan karena sering di anggep preman terminal dan gak tau kapan mulainya, saya juga di panggil abang. karena panggilan ayah dan abang ini ada junior yang panggil saya teh ayah dan teh abang (sundanese, jadi pake teh), hahaha, agak aneh yo.
Masuk kerja, di Alfamart, aku mulai dipanggi NOPE (bacanya: no-pe') dari Nova - Nopa - Nope. Yang pertama manggil Nope temenseangkatan MT namanya Sri.
Hari pertama pakai hijab, bos aku terkejut pas liat sambil teriak dia bilang "Eh Aisyaaaahhhh!" Sejak itu aku menamai sisi baik diriku sbg Aisyah. Wkwkwk
Dinas ke Batam 2 tahun, ketemu dengan rekan kerja dan team yang super baik super seru, mulai di panggil buk Tendet sama Mendel, katanya Tendet nama tokoh kampungnya yg sukses. Akhirnya Tendetmenjadi Tendy, akhirnya aku dipanggil Buk Tendy. Tak lamadi Batam aku keluar inisial nama, yaitu NDA, sejak itu dipanggi Bu-Nda lama2 kepeleset jadi Bundo.
Kalau ada award Manusia dgn Nama Panggilan terbanyak, mungkinaku bisa masuk nominasi.
Nama panggilan memang banyaknya mencerminkan diri atau pribadi seseorang dari sudut pandang orang lain.
But for me, nama asli pemberian kedua orang tua saya tercinta adalah yang paling baik dan sangat saya sukai. Thanks mom and dad!
Komentar
Posting Komentar